Monday, October 14, 2024

RESENSI “SERIBU WAJAH AYAH”

IDENTITAS BUKU

Judul buku                  : Seribu Wajah Ayah

Pengarang                  : Nurun Ala

Penerbit                      : Grasindo Anggota

ISBN                           : 9786020522678

Tahun Terbit                : Cetakan pertama, Maret 2020

Tebal Halaman           : 134 halaman

 


Sinopsis
Kamu pulang ke rumah setelah setahun lebih pergi dari rumah, malam itu, kamu tidur di kamar ayahmu yang telah pergi menyusul ibumu yang sudah pergi lebih dari dua puluh tahun lalu ketika usiamu baru hitungan detik. Kamu pun terbangun dari tidurmu dengan pipi yang basah, yang entah basah karena keringat. Atau air mata. Atau mungkin keduanya?

Kamu terbangun karena memimpikan seseorang yang telah mengurusmu dari kecil. Siapa lagi selain ayahmu? Orang itu tidak mungkin ibumu karena kamu tidak memiliki sedikit pun ingatan tentang dirinya. Teringat kenangan masa lalu, kamu pun menangis tersedu-sedu. Setelah tenang, kamu melihat kondisi kamar ayahmu, tak banyak yang berubah tetapi kamu menemukan sebuah album foto di meja baca ayahmu. Didorong rasa penasaran, kamu pelan-pelan membuka album itu. Hanya ada sepuluh foto di album itu yang semua isinya hanya ada kamu dan ayahmu.

Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memungut potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wajah yang disembunyikan ayahmu sembunyika di hadapanmu. Juga, yang tak benar-benar kamu perhatikan karena kamu terlalu sibuk dengan duniamu.

Ada sesal di sana, tentang ketulusan yang kamu campakkan. Tentang rindu yang dibawa pergi. Tentang budi yang tak sempat, dan memang tak akan pernah, terbalas. Seribu wajah ayah sekalipun yang kamu kenang dan ratapi malam ini, tak kan pernah mengembalikannya.

Kelebihan/keunggulan buku

  1. Cerita di dalam novel ini di rangkum dengan singkat dan jelas
  2. Memberikan inspirasi dan motivasi untuk lebih mencintai orang tua kita
  3. Tokoh utama yang ditulis tanpa gender membuat para pembaca dapat menokohkan diri sendiri ke dalam cerita
  4. Alur cerita mudah dipahami

Kekurangan/kelemahan buku

Konflik cerita yang agak terburu-buru di akhir novel

Kesimpulan
Buku ini menarik untuk dibaca karena di dalamnya banyak pembelajaran yang kita dapati untuk menerapkannya di kehidupan kita sehari-hari, yaitu kita sebagai anaknya harusnya menghormati dan berbuat baik kepada kedua orang tua kita

Resensator


Nama  : Fahreza Naradi Syaifullah

Kelas  : XII IPA 4

No comments:

Post a Comment