IDENTITAS BUKU
Judul buku :
Seribu Wajah Ayah
Pengarang :
Nurun Ala
Penerbit : Grasindo Anggota
ISBN :
9786020522678
Tahun Terbit :
Cetakan pertama,
Maret 2020
Tebal Halaman :
134 halaman
Sinopsis
Kamu pulang ke rumah
setelah setahun lebih pergi dari rumah, malam itu, kamu tidur di kamar ayahmu
yang telah pergi menyusul ibumu yang sudah pergi lebih dari dua puluh tahun
lalu ketika usiamu baru hitungan detik. Kamu pun terbangun dari tidurmu dengan
pipi yang basah, yang entah basah karena keringat. Atau air mata. Atau mungkin
keduanya?
Kamu terbangun karena memimpikan seseorang yang telah mengurusmu dari kecil.
Siapa lagi selain ayahmu? Orang itu tidak mungkin ibumu karena kamu tidak
memiliki sedikit pun ingatan tentang dirinya. Teringat kenangan masa lalu, kamu
pun menangis tersedu-sedu. Setelah tenang, kamu melihat kondisi kamar ayahmu,
tak banyak yang berubah tetapi kamu menemukan sebuah album foto di meja baca
ayahmu. Didorong rasa penasaran, kamu pelan-pelan membuka album itu. Hanya ada
sepuluh foto di album itu yang semua isinya hanya ada kamu dan ayahmu.
Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu
dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memungut potongan
masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia,
sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu
lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak
wajah yang disembunyikan ayahmu sembunyika di hadapanmu. Juga, yang tak
benar-benar kamu perhatikan karena kamu terlalu sibuk dengan duniamu.
Ada sesal di sana, tentang ketulusan yang kamu campakkan. Tentang rindu yang
dibawa pergi. Tentang budi yang tak sempat, dan memang tak akan pernah,
terbalas. Seribu wajah ayah sekalipun yang kamu kenang dan ratapi malam ini,
tak kan pernah mengembalikannya.
Kelebihan/keunggulan buku
- Cerita di dalam novel ini di rangkum dengan singkat dan jelas
- Memberikan inspirasi dan motivasi untuk lebih mencintai orang tua kita
- Tokoh utama yang ditulis tanpa gender membuat para pembaca dapat menokohkan diri sendiri ke dalam cerita
- Alur cerita mudah dipahami
Kekurangan/kelemahan
buku
Konflik
cerita yang agak terburu-buru di akhir novel
Kesimpulan
Buku ini menarik untuk
dibaca karena di dalamnya banyak pembelajaran yang kita dapati untuk
menerapkannya di kehidupan kita sehari-hari, yaitu kita sebagai anaknya
harusnya menghormati dan berbuat baik kepada kedua orang tua kita
Resensator
Nama :
Fahreza Naradi Syaifullah
Kelas :
XII IPA 4

No comments:
Post a Comment