Wednesday, October 16, 2024

RESENSI " Terusir"

IDENTITAS BUKU

Judul buku                          : Terusir

Penulis buku                      : Hamka

Penerbit                              : Gema Insani 

ISBN                                  : 978-602-250-292-0

Tahun terbit                        : 2016

Jumlah halaman                 : 129 halaman

SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU

Mariah, seorang perempuan lembut dengan rupa cantik, terusir oleh Azhar (suaminya) karena fitnah keji dari keluarga Azhar. Dalam pekatnya malam dan gerimis hujan, Mariah terpaksa pergi dari rumah dan meninggalkan anaknya. Kehidupan Mariah penuh dengan kepelikan setelah dia tidak lagi menjadi pembantu di rumah keluarga bangsawan Belanda. Pada akhirnya, dia terjerembab ke lembah nista karena terdesak keadaan.

KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUKU

Gaya bahasa yang lembut membuatnya nyaman dan page-turner untuk dibaca, sarat akan nasihat hidup yang terselip diantara konflik pada cerita, perwatakan tokoh ditulis secara perlahan demosional, tipis dan murah, tidak akan membosankan pembaca dan cocok untuk pemula.

Buku ini memiliki kelebihan dalam alur ceritanya yang menarik. Terutama pada bagian saat Sofyan, anak Mariah bertemu kembali dengan Mariah dalam keadaan yang pelik. Hal ini mengisyaratkan bahwa sebagai ibu dan anak ikatan batin keduanya tidak mudah dipisahkan oleh keadaan apapun.

KEKURANGAN/KELEMAHAN BUKU

Bila dibandingkan dengan novel yang ditulis oleh Hamka lainnya, gaya pembawaan dan penulisannya tidak jauh berbeda. Ini memberikan kesan monoton sekalipun mengungkit tema yang berbeda pada setiap novel, seperti Tenggelamnya Kapan Van Der Wijk.

Tokoh utama perempuan mengalami kemalangan dari awal hingga akhir cerita. Memang, Buya membuat kita membuka mata terhadap realita yang ada di sekitar kita, namun terkadang realita terlalu pahit untuk kita telan mentah-mentah. Dan salah satu maksud dari novel fiksi adalah untuk berfantasi dan berelaksasi dari realita, bukan?

KESIMPULAN

Dalam novel Terusir karya Hamka mengungkapkan suatu konflik status sosial. Azhar berasal dari keluarga terpandang di kampungnya, sedangkan Mariah berasal dari kalangan biasa. Kemudian antara Azhar dan Mariah memiliki latar belakang etnis yang berbeda. Azhar berasal dari etnis Minangkabau sedangkan Mariah berasal dari etnis Jawa. Azhar merupakan orang Minangkabau yang berasal dari keluarga terkenal menikah dengan Mariah yang merupakan orang Jawa yang berasal dari kalangan biasa.

Faktor terjadinya konflik berawal dari mertua tidak suka terhadap menantu dari kalangan biasa, sedangkan anaknya yang bernama Azhar berasal dari golongan bangsawan yang merupakan orang terpandang di kampungnya. Mertua melakukan cara supaya rumah tangga Azhar menjadi retak, yaitu dengan memasukkan laki-laki lain ke dalam kamar Mariah tanpa Azhar di rumah. Pada saat itulah Azhar datang bersama ibunya, sehingga terperogoki langsung oleh Azhar dan ibunya. Melihat kejadian tersebut membuat Azhar marah besar, N kemudian langsung mengusir Mariah dari rumah tanpa berpikir mata NGS matang terlebih dahulu. Konflik terjadi disebabkan karena kaum kerabat Azhar tidak senang melihat rumah tangga Azhar harmonis. Hal inilah awal dari semua masalah yang ada, yaitu karena perbedaan status sosial, antara orang yang berkedudukan tinggi.

dengan orang yang berkedudukan rendah . Akibat konflik terjadi perceraian antara suami dan istri. Sehingga Mariah terusir dari rumahnya dan pada akhir hayatnya menjadi seorang pelacur. Tidak hanya itu, akibat dari konflik si anak (Sofyan) tidak mengenal ibu kandungnya.

 

RESENSATOR : Candra Prasetiana

KELAS    : XII IPA 4

No comments:

Post a Comment