IDENTITAS BUKU
Judul buku : Terusir
Penulis buku : Hamka
Penerbit : Gema Insani
ISBN : 978-602-250-292-0
Tahun terbit : 2016
Jumlah halaman : 129 halaman
SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU
Mariah,
seorang perempuan lembut dengan rupa cantik, terusir oleh Azhar (suaminya)
karena fitnah keji dari keluarga Azhar. Dalam pekatnya malam dan gerimis hujan,
Mariah terpaksa pergi dari rumah dan meninggalkan anaknya. Kehidupan Mariah
penuh dengan kepelikan setelah dia tidak lagi menjadi pembantu di rumah
keluarga bangsawan Belanda. Pada akhirnya, dia terjerembab ke lembah nista
karena terdesak keadaan.
KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUKU
Gaya
bahasa yang lembut membuatnya nyaman dan page-turner untuk dibaca, sarat akan
nasihat hidup yang terselip diantara konflik pada cerita, perwatakan tokoh
ditulis secara perlahan demosional, tipis dan murah, tidak akan membosankan
pembaca dan cocok untuk pemula.
Buku
ini memiliki kelebihan dalam alur ceritanya yang menarik. Terutama pada bagian
saat Sofyan, anak Mariah bertemu kembali dengan Mariah dalam keadaan yang
pelik. Hal ini mengisyaratkan bahwa sebagai ibu dan anak ikatan batin keduanya
tidak mudah dipisahkan oleh keadaan apapun.
KEKURANGAN/KELEMAHAN
BUKU
Bila
dibandingkan dengan novel yang ditulis oleh Hamka lainnya, gaya pembawaan dan
penulisannya tidak jauh berbeda. Ini memberikan kesan monoton sekalipun
mengungkit tema yang berbeda pada setiap novel, seperti Tenggelamnya Kapan Van
Der Wijk.
Tokoh
utama perempuan mengalami kemalangan dari awal hingga akhir cerita. Memang,
Buya membuat kita membuka mata terhadap realita yang ada di sekitar kita, namun
terkadang realita terlalu pahit untuk kita telan mentah-mentah. Dan salah satu
maksud dari novel fiksi adalah untuk berfantasi dan berelaksasi dari realita,
bukan?
KESIMPULAN
Dalam
novel Terusir karya Hamka mengungkapkan suatu konflik status sosial. Azhar
berasal dari keluarga terpandang di kampungnya, sedangkan Mariah berasal dari
kalangan biasa. Kemudian antara Azhar dan Mariah memiliki latar belakang etnis
yang berbeda. Azhar berasal dari etnis Minangkabau sedangkan Mariah berasal
dari etnis Jawa. Azhar merupakan orang Minangkabau yang berasal dari keluarga
terkenal menikah dengan Mariah yang merupakan orang Jawa yang berasal dari
kalangan biasa.
Faktor
terjadinya konflik berawal dari mertua tidak suka terhadap menantu dari
kalangan biasa, sedangkan anaknya yang bernama Azhar berasal dari golongan
bangsawan yang merupakan orang terpandang di kampungnya. Mertua melakukan cara
supaya rumah tangga Azhar menjadi retak, yaitu dengan memasukkan laki-laki lain
ke dalam kamar Mariah tanpa Azhar di rumah. Pada saat itulah Azhar datang
bersama ibunya, sehingga terperogoki langsung oleh Azhar dan ibunya. Melihat
kejadian tersebut membuat Azhar marah besar, N kemudian langsung mengusir
Mariah dari rumah tanpa berpikir mata NGS matang terlebih dahulu. Konflik
terjadi disebabkan karena kaum kerabat Azhar tidak senang melihat rumah tangga
Azhar harmonis. Hal inilah awal dari semua masalah yang ada, yaitu karena perbedaan
status sosial, antara orang yang berkedudukan tinggi.
dengan
orang yang berkedudukan rendah . Akibat konflik terjadi perceraian antara suami
dan istri. Sehingga Mariah terusir dari rumahnya dan pada akhir hayatnya
menjadi seorang pelacur. Tidak hanya itu, akibat dari konflik si anak (Sofyan)
tidak mengenal ibu kandungnya.
RESENSATOR
: Candra Prasetiana
KELAS : XII IPA 4

No comments:
Post a Comment