IDENTITAS BUKU
Judul buku : Kado Terbaik
Penulis buku : J.S. Khairen
Penerbit : Gramedia Widiasarana Indonesia
ISBN : 9786020529325
Tahun terbit : Cetakan Pertama April 2022
Jumlah halaman : 256
Halaman
SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU
Kisah seorang remaja laki-laki
berusia 14 tahun bernama Rizki Alqarunia yang membawa kedua adiknya ke panti
asuhan. Rizka dan Khanza merupakan kedua adiknya
yang tumbuh bersama di dalam lingkungan panti asuhan ilegal milik Pak Tono. Di
Panti Asuhan, mereka tidak mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tetapi
disuruh mencari uang di jalanan. Kegiatan yang dilakukan oleh mereka, seperti
mengamen di perempatan lalu lintas, mengemis, bahkan beberapa ada yang mencopet
dan mengambil uang milik orang lain. Uang itu akan disetorkan kepada pengurus
panti asuhan.
Rizki sudah beranjak
dewasa dengan usianya 20 tahun menyadari bahwa hidupnya tidak akan kemana-mana
apabila masih berada di panti asuhan ini. Oleh karena itu, tepat 2 tahun
setelahnya ia sudah keluar dari Panti Asuhan dan menggelandang di emperan toko,
bahkan ikut ngekos bareng penjual sapu keliling. Rizki memiliki tekad agar
hidupnya lebih baik, namun nasib tak membawanya kemana-mana. Ia kesulitan
mendapatkan pekerjaan yang layak, hingga harus bekerja serabutan, demi memenuhi
isi perutnya dengan makanan.
Suatu hari, Rizki
bertemu lagi dengan adiknya Rizka yang ternyata masih berada di panti asuhan
itu. Rizka ditemani oleh tiga sekawan geng terminal, yaitu : si lincah, si
singlet, dan si gembil. Pada saat itu, Rizki melihat adiknya sedang
mengambil dompet dari seorang gadis bernama Rani yang ternyata terjatuh di
sekitar terminal. Kemudian, ia mengejar adiknya Rizka agar mau mengembalikan
dompet tersebut. Namun adegan kejar-kejaran itu justru berakhir tragis, Rizki
malah dihujani kotoran burung yang ada di Pasar Sabtu saat ia berlari mengejar
kawanan Rizka. Setelah kejadian itu, Rizki justru kesulitan membayar uang makan
karena tas kainnya yang berisi baju ganti diambil Rizka.
Hari demi hari
berlalu, sebentar lagi 7 hari menjelang hari raya Idul Fitri. Rizki
berjanji pada adiknya: Khanza dan Rizka untuk memberi mereka pakaian terindah
di Hari Lebaran. Namun, bagaimana cara melunasi hutang janji tersebut?
Sedangkan, Rizki belum memiliki pekerjaan apapun. Bahkan, ia juga tidak tahu
hari ini dan besok akan makan apa. Keesokannya, Rizki malah mendapat kabar
bahwa Rizka akan diadopsi oleh sepasang suami istri dari luar kota. Mereka yang
akan membawa adiknya pergi dari Panti Asuhan yang rusak itu. Rizki awalnya
ingin menghalangi niat itu. Namun, ia berpikir bahwa mungkin itulah nasib
terbaik yang bisa didapatkan oleh adiknya dibandingkan harus tetap tinggal di
Panti Asuhan tersebut.
Akankah Rizki bisa
bertemu dengan kedua adiknya lagi? Ataukah mereka akan terpisah kembali dan tak
lagi sempat merasakan Idul Fitri bersama seperti sebuah keluarga?
KELEBIHAN/KEUNGGULAN
BUKU
Novel
Kado Terbaik menyajikan kisah sederhana yang mengajarkan tentang makna keluarga
dan kehidupan. Kisah kado terbaik ini mampu menyentuh hati pembaca, dan seru
untuk diikuti. Gaya penulisan J.S. Khairen ini nyaman untuk dibaca, karena
narasinya mudah dipahami, dan pembaca dapat merasakan berbagai emosi bersama
dengan para tokohnya. Karakter yang dibangun juga realistis, dan chemistry
antartokoh kuat. Di setiap bab novel ini, J.S. Khairen memberikan banyak
kutipan-kutipan yang bagus. Melalui kisah
ini, J. S. Khairen seperti memberitahu kepada para pembaca bagaimana kehidupan
anak jalanan.
Kekurangan pada novel ini terletak
pada beberapa alur cerita yang dinilai kosong. Kosong dalam arti tidak mencapai
penyelesaian. Kemudian, pembaca juga menemukan beberapa kesalahan penyebutan
nama tokoh.
KESIMPULAN
Kisah Kado Terbaik ini, kita
diajarkan tentang hidup yang berjalan tidak sesuai dengan rencana kita. Pasti
sering merasa bahwa hidup memberikan kejutan yang tidak kita harapkan. Karena
memang begitulah hidup ada suka maupun duka. Di balik keburukan, pasti selalu
ada kado terbaik. Di balik kepahitan hidup, pasti ada sesuatu hal yang manis.
Melalui kisah ini juga, kita diingatkan untuk menghargai setiap waktu yang
masih dapat kita habiskan bersama keluarga atau orang-orang yang kita sayangi.
Bersyukurlah atas kehadiran mereka, dan bersikap baiklah kepada mereka.
RESENSATOR : Aisyah Nuraini
KELAS : XII IPA 4

No comments:
Post a Comment