Tuesday, October 15, 2024

RESENSI " Kado Terbaik"

IDENTITAS BUKU

Judul buku                  : Kado Terbaik

Penulis buku               : J.S. Khairen

Penerbit                       : Gramedia Widiasarana Indonesia

ISBN                           : 9786020529325

Tahun terbit                : Cetakan Pertama April 2022

Jumlah halaman          : 256 Halaman

SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU

Kisah seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun bernama Rizki Alqarunia yang membawa kedua adiknya ke panti asuhan. Rizka dan Khanza merupakan kedua adiknya yang tumbuh bersama di dalam lingkungan panti asuhan ilegal milik Pak Tono. Di Panti Asuhan, mereka tidak mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tetapi disuruh mencari uang di jalanan. Kegiatan yang dilakukan oleh mereka, seperti mengamen di perempatan lalu lintas, mengemis, bahkan beberapa ada yang mencopet dan mengambil uang milik orang lain. Uang itu akan disetorkan kepada pengurus panti asuhan.

Rizki sudah beranjak dewasa dengan usianya 20 tahun menyadari bahwa hidupnya tidak akan kemana-mana apabila masih berada di panti asuhan ini. Oleh karena itu, tepat 2 tahun setelahnya ia sudah keluar dari Panti Asuhan dan menggelandang di emperan toko, bahkan ikut ngekos bareng penjual sapu keliling. Rizki memiliki tekad agar hidupnya lebih baik, namun nasib tak membawanya kemana-mana. Ia kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak, hingga harus bekerja serabutan, demi memenuhi isi perutnya dengan makanan.

Suatu hari, Rizki bertemu lagi dengan adiknya Rizka yang ternyata masih berada di panti asuhan itu. Rizka ditemani oleh tiga sekawan geng terminal, yaitu : si lincah, si singlet, dan si gembil. Pada saat itu, Rizki melihat adiknya sedang mengambil dompet dari seorang gadis bernama Rani yang ternyata terjatuh di sekitar terminal. Kemudian, ia mengejar adiknya Rizka agar mau mengembalikan dompet tersebut. Namun adegan kejar-kejaran itu justru berakhir tragis, Rizki malah dihujani kotoran burung yang ada di Pasar Sabtu saat ia berlari mengejar kawanan Rizka. Setelah kejadian itu, Rizki justru kesulitan membayar uang makan karena tas kainnya yang berisi baju ganti diambil Rizka.

Hari demi hari berlalu, sebentar lagi 7 hari menjelang hari raya Idul Fitri. Rizki berjanji pada adiknya: Khanza dan Rizka untuk memberi mereka pakaian terindah di Hari Lebaran. Namun, bagaimana cara melunasi hutang janji tersebut? Sedangkan, Rizki belum memiliki pekerjaan apapun. Bahkan, ia juga tidak tahu hari ini dan besok akan makan apa. Keesokannya, Rizki malah mendapat kabar bahwa Rizka akan diadopsi oleh sepasang suami istri dari luar kota. Mereka yang akan membawa adiknya pergi dari Panti Asuhan yang rusak itu. Rizki awalnya ingin menghalangi niat itu. Namun, ia berpikir bahwa mungkin itulah nasib terbaik yang bisa didapatkan oleh adiknya dibandingkan harus tetap tinggal di Panti Asuhan tersebut.

Akankah Rizki bisa bertemu dengan kedua adiknya lagi? Ataukah mereka akan terpisah kembali dan tak lagi sempat merasakan Idul Fitri bersama seperti sebuah keluarga?

KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUKU

Novel Kado Terbaik menyajikan kisah sederhana yang mengajarkan tentang makna keluarga dan kehidupan. Kisah kado terbaik ini mampu menyentuh hati pembaca, dan seru untuk diikuti. Gaya penulisan J.S. Khairen ini nyaman untuk dibaca, karena narasinya mudah dipahami, dan pembaca dapat merasakan berbagai emosi bersama dengan para tokohnya. Karakter yang dibangun juga realistis, dan chemistry antartokoh kuat. Di setiap bab novel ini, J.S. Khairen memberikan banyak kutipan-kutipan yang bagus. Melalui kisah ini, J. S. Khairen seperti memberitahu kepada para pembaca bagaimana kehidupan anak jalanan.

KEKURANGAN/KELEMAHAN BUKU

Kekurangan pada novel ini terletak pada beberapa alur cerita yang dinilai kosong. Kosong dalam arti tidak mencapai penyelesaian. Kemudian, pembaca juga menemukan beberapa kesalahan penyebutan nama tokoh.

KESIMPULAN

Kisah Kado Terbaik ini, kita diajarkan tentang hidup yang berjalan tidak sesuai dengan rencana kita. Pasti sering merasa bahwa hidup memberikan kejutan yang tidak kita harapkan. Karena memang begitulah hidup ada suka maupun duka. Di balik keburukan, pasti selalu ada kado terbaik. Di balik kepahitan hidup, pasti ada sesuatu hal yang manis. Melalui kisah ini juga, kita diingatkan untuk menghargai setiap waktu yang masih dapat kita habiskan bersama keluarga atau orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah atas kehadiran mereka, dan bersikap baiklah kepada mereka.

RESENSATOR          : Aisyah Nuraini

KELAS                       : XII IPA 4

No comments:

Post a Comment