IDENTITAS BUKU
Judul buku : Negeri Diujung Tanduk
Penulis buku : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9789792294293
Tahun terbit : 2020
Jumlah halaman : 360
SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU
Cerita bermula pada suatu klub petarung yang kali ini diadakan di Makau. Para anggota klub melakukan duel seru yang dihadiri seluruh anggota dari belahan negara manapun termasuk Thomas. Dalam duelnya Thomas mampu menang atas Lee, yang juga seorang pengusaha besar sekaligus relasi baiknya.Thomas kini tidak lagi menjadi seorang konsultan ekonomi, kasus yang ditanganinya selepas Bank Semesta seolah membukakan pemikirannya untuk beranjak pada level yang lebih luas yakni politik. Ketertarikan Thomas pada dunia politik juga dipicu dari obrolannya dengan JD tahun lalu yang ditemuinya di London.Bagi Thomas, JD ini merupakan sosok politikus yang bersih dan sangat baik. Dirinya juga menyatakan ingin sekali mewujudkan politik negara yang bersih dan sehat, akan tetapi hal itu tentu sangat sulit. Pada saat itu JD merupakan seorang gubernur, dimana dia juga begitu berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya sebab ada begitu banyak orang-orang dalam lingkaran politik yang ‘berbahaya’.Dari diskusi mereka, Thomas pun kemudian memilih berpindah pada ranah politik karena dirinya juga menginginkan sebuah negara yang bersih. Dan untuk mewujudkannya hanya dapat dilakukan melalui kedudukan tertinggi di negara, yakni presiden.Kini Thomas yang telah menjadi seorang konsultan politik, sudah memiliki cukup banyak pengalaman memegang klien yang ingin menjabat, misalnya dari walikota menjadi gubernur. Saat ini dirinya membantu JD sebagai klien untuk bisa menjadi kandidat partai untuk calon presiden mendatang.Namun rupanya sebuah kasus dituduhkan pada kliennya, dengan tujuan mencoreng nama baik JD sebagai kandidat. Usut punya usut, rupanya itu adalah perbuatan kubu lawan JD yang tidak segan-segan melemparkan kasus korupsi besar-besaran pada JD, saat dirinya menjabat sebagai gubernur tahun lalu.
KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUKU
Buku ini merupakan buku kedua yang merupakan lanjutan dari Negeri Para Bedebah, tidak menurunkan intensitas ketegangan setiap kisahnya pada novel kedua ini. Dari kisahnya sepanjang 360 halaman tidak membuat pembaca bosan dan ingin terus membacanya.Mengambil cerita yang dapat dibilang selangka lebih berat dari pada buku pertama, membuat perjalanan Thomas menjadi semakin menarik dan penuh aksi. Mulai dari aksi baku hantam, tembak menembak yang penuh strategi dan solusi yang diluar dugaan membuat alur yang padat menjadi begitu memikat.Dalam kisah Negeri Di Ujung Tanduk ini Tere Liye menghadirkan sejumlah permasalahan yang jauh lebih pelik dan berat yang membuat novel ini menjadi semakin berkualitas. Belum lagi pemahaman yang baik dari penulis mampu memberikan gambaran hitam putihnya dunia politik dengan cara yang mudah dipahami.Kisah Thomas ini juga tidak lupa diikuti dengan flashback pada masa lalunya yang sedikit banyak membantu dirinya memecahkan beberapa permasalahan. Menariknya, dalam novel kedua ini ada pula kemunculan karakter-karakter baru yang membuat alur cerita semakin berwarna.Pembaca buku pertama juga mampu bernostalgia lagi dengan kehadiran tokoh lama yang hadir pada buku pertama dengan memiliki karakter yang semakin kuat. Contohnya pada karakter Thomas atau Tommi itu sendiri, kita menjadi merasa semakin kenal dekat dengan karakternya dan seperti apa perubahannya dari dulu hingga saat ini ketika sudah menjadi konsultan politik
KEKURANGAN/KELEMAHAN BUKU
Namun bagi pembaca yang kurang familiar dengan dunia politik, akan sedikit sulit mencerna awal kisah perjalanan dengan segala istilah politik yang mungkin cukup membuat kita berhenti sejenak untuk menyerapnya.
KESIMPULAN
Novel "Negeri di Ujung Tanduk" memiliki tema dan alur cerita yang bertemakan politik. Alur cerita tersebut cukup seru untuk diikuti dan banyak tokoh yang memiliki peran penting dalam ceritanya. Buku ini juga menyinggung permasalahan politik di dunia nyata dan terdapat banyak pesan moral dalam ceritanya. Buku ini sangat direkomendasikan bagi para pembaca yang suka dengan tema politik dan alur cerita yang berat
RESENSATOR:
Nama : Dicky Januardi Hidayat
Kelas : XII IPA 4

No comments:
Post a Comment