Tuesday, October 15, 2024

RESENSI "Bunda Aku Gak Suka Dipukul"

 IDENTITAS BUKU

Judul buku                          : Bunda, Aku Nggak Suka Dipukul

Penulis buku                      : Jaquenza Eden

Penerbit                              : PT. Sembilan Cahaya Abadi (Loveable)

Ukuran                               : 13 x 19 cm

Tahun terbit                        : 2023

Jumlah halaman                 : 279

 

SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU

Ajisaka, merupakan anak yang hidupnya dipenuhi kemalangan. Sang bunda yang disayangi, kerap kali memukulinya karena memiliki trauma masa lalu. Trauma tersebut dialami Bunda saat Aji masih berada di dalam kandungan nya. Akibatnya Bunda menganggap bahwa kelahiran Aji membawa sial dalam hidup nya, hingga sejak kecil Aji sudah mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dari seorang ibu. “Anak Pembawa sial” “Anak menyusahkan” “Anak tak tahu diuntung” Semua kalimat itu sudah menjadi makanan sehari-hari Ajisaka. Bukan dari orang lain, tapi dari bundanya sendiri. Namun, Ajisaka tetap menyayangi sang bunda tanpa syarat. Dia merasa, kalau apa yang terjadi pada bundanya, memang benar kesalahannya. Selalu ada luka pada raga dan jiwanya yang ditorehkan Bunda, tanpa tahu kapan mengering. Herannya, Aji tetap sayang dan mencintai bundanya, walaupun sudah sering mendapatkan perlakuan tidak baik. Aji pun tak meminta banyak, hanya ingin bisa merasakan pelukan hangat itu barang sekali saja. Aji ingin menangis di pangkuan Bunda seperti anak-anak pada umumnya. Aji sering kali merasa iri pada teman dekat nya karena memiliki keluarga yang hangat dan dapat mengasihi anak selayaknya, berbeda dengan diri nya yang selalu saja medapatkan perlakuan yang tidak wajar terutama dari seorang ibu. Penyesalan datang pada akhirnya. Sang bunda menyadari kalau apa yang ia lakukan kepada Ajisaka adalah salah.

 

KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUKU

Buku ini memiliki keunggulan berupa cover dan bagian buku yang menarik dengan tampilan buku yang khas.  Visualisasi karakter dan suasana dalam novel ini tampak sungguhan alias nyata. Terlebih, saat bunda memukuli dan memperlakukan  dengan Aji dengan tidak manusiawi. Pemilihan kata dan penggunaan bahasa novel ini tertata dan rapih. Novel ini juga terdapat Bahasa sunda dan meiliki terjemahan kecil di bawah tulisan tersebut agar setiap pembaca dapat memahami arti dari Bahasa tersebut. Cerita yang dihidangkan dalam novel ini mengandung kisah yang dapat menyentuh hati dimana pembaca dapat tersentuh dan sedih.

KEKURANGAN/KELEMAHAN BUKU

Kekurangan dari novel ini terletak pada beberapa alur yang terkesan berlebihan dan tidak masuk akal, seperti pada cerita dimana bunda yang sedang emosi dan penuh amarah tiba-tiba saja reda tanpa sebab apapun. Selain alur, penggambaran karakter dari tokoh pada novel ini kurang berkesan karena tidak terdapat penjelasan lengkap tentang asal usul tokoh yang ada dinovel ini.

 

KESIMPULAN

Novel ini memiliki genre angst (genre yang bersifat membuat perasaan cemas, kegelisahan, dan menyedihkan). Pembaca akan merasakan kesedihan yang mendalam pada karakter utama dari novel ini, karena cerita dan plot dari novel ini berfokus pada cerita kehidupan tokoh utama. Terdapat banyak pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari novel ini yaitu bagaimana cara kita agar dapat mengontrol emosi dan amarah, peduli terhadap orang disekitar kita terutama keluarga, perjuangan hidup yang dilalui. Novel ini mengangkat isu perlakuan kasar seorang ibu yang dapat mengancam hidup anak nya. Amanat pada novel ini berisi tentang persahabatan dan kekeluargaan.

 

RESENSATOR : Ghinna Hilza Haniifa

KELAS    : XII IPA 4

No comments:

Post a Comment