Monday, October 14, 2024

RESENSI "Hafalan Shalat Delisa"

IDENTITAS BUKU

Judul buku                          : Bacaan Shalat Delisa

Penulis buku                      : Tere liye

Penerbit                              : Republika

ISBN                                  : 978979321060-5

Tahun terbit                        : 2008

Jumlah halaman                 : 266



SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU

“Hafalan Shalat Delisa” adalah novel karya Tere Liye yang menceritakan kehidupan seorang anak kecil bernama Delisa yang tinggal di lhok nga, Aceh. Delisa adalah seorang gadis kecil berusia 6 tahun yang ceria, cerdas, dan sangat rajin beribadah. Dia tengah berusaha menghafal bacaan shalat untuk sebuah ujian yang akan ia jalani di sekolahnya. Delisa sangat bersemangat dan ingin membuat ibunya, Ummi Salamah, bangga dengan bacaan shalatnya.

Namun, ketika hari ujian itu tiba, musibah besar datang. Bencana tsunami menghantam wilayah Aceh pada tahun 2004 dan menghancurkan segalanya. Dalam bencana tersebut, Delisa kehilangan hampir seluruh keluarganya dan mengalami luka fisik serta trauma yang sangat mendalam. Meski begitu dia tetap berusaha untuk mempertahankan hafalan shalatnya.

KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUKU

Penuh Makna : Novel ini penuh dengan pelajaran hidup yang bisa diambil oleh pembaca, baik anak-anak maupun dewasa. Pembaca diajak untuk merenungkan pentingnya ikhlas dan sabar dalam menghadapi ujian hidup.

Penokohan yang Kuat : Karakter Delisa digambarkan dengan sangat baik, sebagai anak kecil yang polos namun memiliki kekuatan batin yang luar biasa. Tokoh Ummi Salamah juga menjadi sosok ibu yang penuh kasih sayang dan pengorbanan.

KEKURANGAN/KELEMAHAN BUKU

Alur yang Terprediksi: Bagi sebagian pembaca, alur cerita novel ini mungkin terkesan mudah ditebak, terutama karena sudah diketahui bahwa tsunami Aceh menjadi salah satu elemen penting dalam cerita.

KESIMPULAN

"Hafalan Shalat Delisa" adalah novel yang penuh makna dan layak dibaca, terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan inspirasi tentang ketabahan dalam menghadapi cobaan hidup. Meskipun sederhana dalam penyajian, novel ini memiliki kekuatan emosional yang mendalam dan mampu menyentuh hati pembaca.

Resentator

ADINDA BAYU SAFITRI

KELAS    : XII IPA 4

No comments:

Post a Comment