Monday, October 14, 2024

RESENSI “Dompet Ayah Sepatu Ibu"


Identitas Buku

Judul Buku                  : Dompet Ayah Sepatu Ibu

Penulis Buku               : J.S Khairen

Penerbit                       : PT Gramedia Widiasarana Indonesia

ISBN                           : 9786020530222

Tahun Terbit                : 2023

Jumlah Halaman         : 216 halaman


Sinopsis

Zenna anak keenam dari sebelas bersaudara. Ia tinggal bersama keluarganya di punggung Gunung Singgalang. Saat kecil, Zenna sudah bekerja keras untuk hidup. Ia pergi ke sekolah dengan sepatu rombeng, naik-turun gunung membawa jagung rebus untuk dijual. “Besok Abak belikan sepatu baru kalau sudah dapat uang,” janji Abak pada Zenna sebelum berangkat ke sekolah. Namun, Abak tak sempat menempati janji itu. Abak meninggalkan Zenna untuk selamanya, juga meninggalkan janjinya pada Zenna untuk membelikan sepatu.

Sebagai anak tengah, Zenna jarang mendapatkan perhatian dari keluarganya. Ia menumpahkan kesedihannya pada dirinya sendiri, bekerja keras dengan mandiri. Ia juga ingin melanjutkan janji Abaknya untuk membelikan sepatu hingga Ia membeli sepatu untuk dirinya sendiri.

Di punggung gunung yang lain, gunung Marapi, Asrul dan adiknya Irsal harus membantu Umi untuk menghidupi diri mereka. Bapaknya menikah lagi dan tinggal di rumah bersama istri keduanya. Sehingga Umi, Asrul, dan Irsal pindah ke rumah peninggalan orang tua Umi dan berpisah dari Bapak. Meski Bapak kadang memberi mereka uang, itu tetap tidak cukup.

Setiap kali Asrul diberi uang oleh Bapak, Asrul selalu mengintip dompetnya yang terdapat kayu manis yang diselipkan Bapak di sana. Asrul tak pernah memegang uang. Bila pun dia punya, akan dia berikan pada Umi. Asrul memiliki keinginan membuatkan rumah untuk Umi suatu saat kelak.

Akhirnya Asrul dan Zenna bertemu. Mereka berdua bertemu dikampus. Mereka berdua bertekad mengangkat derajat dirinya dan keluarganya ke kehidupan yang lebih baik. Koran Harian Semangat juga merekatkan hubungan mereka. Hingga mereka menikah dan memiliki rumah. Umi dan Umak mereka bawa tinggal bersama.

Walaupun kehidupan mereka sudah lebih baik, kehidupan mereka tetap saja dibayangi banyak masalah. “Kita pernah melewati yang lebih buruk dari ini,” kata mereka saling menguatkan.

Kelebihan

Kelebihan Perasaan tokoh digambarkan dengan sangat baik sehingga dapat merasakan pengalaman mereka, simbol dompet dan sepatu memberikan kedalaman pada tema keluarga dan pengorbanan dan menjadikan pesan moral lebih jelas, karakter-karakter dalam novel terasa hidup dan  dihubungkan dengan pengalaman sehari-hari, gaya penulisan yang sederhana dan mendalam membuat emosi para tokoh terasa nyata. 

Kekurangan

Beberapa bagian cerita terasa mudah ditebak alurnya, sehingga kurang memberikan kejutan, ada beberapa karakter pembantu yang tidak mendapatkan pengembangan sehingga peran dalam ceritanya kurang, konflik internal dalam keluarga kadang terasa berulang sehingga mengurangi dinamika cerita.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, "Dompet Ayah Sepatu Ibu" adalah novel yang menyentuh dan menggugah. Sebuah novel yang penuh dengan pelajaran hidup, menggambarkan pengorbanan orang tua dan tekanan hidup dalam konteks sosial ekonomi. Karya JS Khairen berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya nilai-nilai keluarga, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat. Meskipun ada beberapa kekurangan, novel ini tetap layak dibaca bagi siapa pun yang mencari kisah yang menginspirasi dan mendalam tentang kehidupan keluarga.

 

RESENTATOR         : Vaddya Rizky Ramadhani

KELAS                      : 12 IPA 4


No comments:

Post a Comment