IDENTITAS
BUKU
Judul
buku :
Rumah untuk Alie
Penulis
buku :
Leen Liu
Penerbit :
Kawah Media
ISBN : 978-623-09-7961-3
Tahun
terbit :
27 Februari 2024
Jumlah
halaman : 300 Halaman
SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU
Kisah
seorang gadis bernama Alie Ishala Samantha, gadis berusia 16 tahun yang selalu
mendapatkan penderitaan dari keluarga nya sendiri. Semula, dia hidup dalam
keluarga yang penuh cinta, dan rumah yang selalu memeluknya. Namun, sejak
dituduh menjadi penyebab meninggalnya Bunda Gianla lima tahun lalu, segalanya
berubah dalam semalam.
Alie yang menyimpan semua kesedihannya sendiri berusaha untuk mendapatkan maaf dari ayah dan keempat kakaknya serta ingin menjelaskan bahwa tuduhan yang selama ini ia terima dari ayah dan keempat kakaknya tidak benar. Kegiatan melamun di pagi hari sudah biasa Alie lakukan. Alie berpikir apakah bisa waktu diputar kembali di mana ia dan keluarga besar nya sarapan pagi bersama dengan canda dan tawa. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru menjadi tempat penyiksaan bagi fisik dan mentalnya.
Bab akhir berisi tentang penyesalan keempat kakaknya dan juga ayahnya atas perginya Alie dari rumah serta akan menceritakan bagaimana kehidupan Alie setelah pergi dari rumah dan berbagai harapan Alie untuk bisa menjalani hidup dengan bahagia. Kemanakah pergi nya Alie? Apakah dengan perginya Alie, ayah serta keempat kakaknya akan mencari Alie dan bagaimana kehidupan ayah dan keempat kakaknya setelah ditinggal Alie?
KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUKU
Cerita
dalam buku Rumah untuk Alie sangat mengharukan dan membuat siapa saja yang baca
ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Alie. Hal ini dapat menjadi poin
kelebihan dari buku ini, terutama bagi pembaca yang menyukai genre fiksi melankolis
dapat menjadi sumber pelepasan jika kecemasan itu terselesaikan dalam cerita, serta
memiliki narasi yang bagus. Kelebihan dari keseluruhan buku Rumah untuk Alie
ini yaitu memiliki sampul buku yang menarik dan membuat siapa saja tertarik
untuk membacanya.
KEKURANGAN/KELEMAHAN BUKU
Banyak
kata-kata yang kurang dipahami dan kurang familiar contohnya seperti
berserobok, kontroler, merisak, berkubang, dan glabela. Kata dalam penulisannya
tidak baku serta alur yang terdapat dalam novel Rumah untuk Alie ini terasa
sangat lambat yang membuat pembacanya kadang merasa bosan dan kurang terikat
dengan pengembangan cerita.
KESIMPULAN
Dari
novel Rumah Untuk Alie ini, pembaca bisa mendapatkan beberapa pembelajaran
yaitu novel ini mengingatkan kita untuk tidak menyalahkan orang lain atas
kejadian yang tidak bisa dikendalikan, terutama yang berkaitan dengan kematian.
Cerita ini juga menekankan pentingnya untuk tidak menyimpan dendam, serta
amarah yang berlebihan terutama kepada keluarga sendiri. Jangan biarkan hatimu
berlarut-larut dalam kesedihan dan dendam, karna dendam hanya akan memperburuk
keadaan dan menghilangkan kehangatan serta kasih sayang yang seharusnya ada
dalam keluarga.
RESENSATOR : ZULFA FADILA ISKANDAR
KELAS : XII IPA 4

No comments:
Post a Comment