Identitas buku
Judul
buku : Laut Bercerita
Karya : Leila S. Chudori
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
ISBN : 9786024246945
Tahun
Terbit : 21 Desember 2017
Tebal
Halaman : 379 halaman
Sinopsis
Biru Laut
Wibisana, seorang mahasiswa aktivis yang bergabung dengan organisasi
Winatra.Novel ini berlatar belakang tahun 1991-2007, dengan alur cerita yang
dibagi menjadi dua babak. Laut dan teman-temannya sering melakukan aksi untuk
menentang pemerintahan Orde Baru yang korup dan menindas hak rakyat. Mereka
diculik dan dihilangkan paksa oleh intel karena dianggap membahayakan
pemerintah.Laut dan teman-temannya harus berkelana dari satu kota ke kota lain
untuk melarikan diri dari kejaran intel. Mereka diinterogasi, disiksa, dipukul,
dan diestrum.Laut ditembak dan ditenggelamkan ke laut dengan cara yang kejam.
Keluarga
kecil dan kekasih Laut mengalami guncangan hebat setelah Laut menghilang.
Asmara Jati, adik Laut, berusaha mencari jejak kakaknya yang diculik.Novel ini
ditutup dengan berbagai upaya dan pesan yang disampaikan oleh beberapa tokoh
perihal sejarah kelam Indonesia.
Kelebihan Buku
Visualisasi karakter dan suasana dalam novel ini tampak sungguhan alias
nyata. Terlebih, bagian di mana Laut beserta teman-temannya disiksa dan
diperlakukan tidak manusiawi. Lalu, hal yang terpenting adalah novel ini
berdasarkan kisah nyata pengalaman dari para aktivis yang sempat hilang dan
diculik pada Maret tahun 1998 lalu, kemudian 9 berhasil kembali dan 13 lainnya
dinyatakan hilang.
Kekurangan Buku
Akan tetapi
ada sedikit kekurangan atau kelemahan dalam novel ini, seperti alur cerita yang
digunakan ialah alur campuran atau maju mundur. Apabila para pembaca yang belum
terbiasa dengan alur tersebut, akan cenderung kesulitan atau bingung.
Kesimpulan
Meski kisah yang
dituangkan dalam novel ini terlihat fiksi, tetapi nyatanya perjuangan yang
dilakukan oleh Laut dan kawan-kawannya adalah aksi nyata yang mana hal itu
sebelumnya terjadi pula di rezim Orde Baru 1998. Tentunya ada langkah panjang
dari para pejuang bangsa ini yang harus mereka tempuh. Hal itu tidak serta
merta dilalui dengan mudah, tentu ada berbagai kesulitan yang mereka
perjuangkan demi bangsa ini serta dipertunjukkan di masa sekarang.
Penyekapan dan
pembungkaman tidak akan membawa keadilan, melainkan justru bisa menjadi awal
dari kematian. Novel ini menjadi bahan teguran untuk negeri ini bahwa masih ada
hal yang belum terselesaikan.
Nilai Moral
Novel ini
mengandung nilai moral untuk bersikap rendah hati dan memperbaiki diri untuk
menjalani kehidupan dengan kualitas diri yang lebih baik.
Resentator
Aulia Lintang
XII IPA 4

No comments:
Post a Comment