Sunday, October 6, 2024

RESENSI "LAUT BERCERITA"

 

Identitas buku

Judul buku        : Laut Bercerita

Karya                : Leila S. Chudori

Penerbit            : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

ISBN                 : 9786024246945

Tahun Terbit      : 21 Desember 2017

Tebal Halaman : 379 halaman

 

Sinopsis

Biru Laut Wibisana, seorang mahasiswa aktivis yang bergabung dengan organisasi Winatra.Novel ini berlatar belakang tahun 1991-2007, dengan alur cerita yang dibagi menjadi dua babak. Laut dan teman-temannya sering melakukan aksi untuk menentang pemerintahan Orde Baru yang korup dan menindas hak rakyat. Mereka diculik dan dihilangkan paksa oleh intel karena dianggap membahayakan pemerintah.Laut dan teman-temannya harus berkelana dari satu kota ke kota lain untuk melarikan diri dari kejaran intel. Mereka diinterogasi, disiksa, dipukul, dan diestrum.Laut ditembak dan ditenggelamkan ke laut dengan cara yang kejam.

Keluarga kecil dan kekasih Laut mengalami guncangan hebat setelah Laut menghilang. Asmara Jati, adik Laut, berusaha mencari jejak kakaknya yang diculik.Novel ini ditutup dengan berbagai upaya dan pesan yang disampaikan oleh beberapa tokoh perihal sejarah kelam Indonesia.

 

Kelebihan Buku

Visualisasi karakter dan suasana dalam novel ini tampak sungguhan alias nyata. Terlebih, bagian di mana Laut beserta teman-temannya disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi. Lalu, hal yang terpenting adalah novel ini berdasarkan kisah nyata pengalaman dari para aktivis yang sempat hilang dan diculik pada Maret tahun 1998 lalu, kemudian 9 berhasil kembali dan 13 lainnya dinyatakan hilang.

 

Kekurangan Buku

Akan tetapi ada sedikit kekurangan atau kelemahan dalam novel ini, seperti alur cerita yang digunakan ialah alur campuran atau maju mundur. Apabila para pembaca yang belum terbiasa dengan alur tersebut, akan cenderung kesulitan atau bingung.

 

Kesimpulan

Meski kisah yang dituangkan dalam novel ini terlihat fiksi, tetapi nyatanya perjuangan yang dilakukan oleh Laut dan kawan-kawannya adalah aksi nyata yang mana hal itu sebelumnya terjadi pula di rezim Orde Baru 1998. Tentunya ada langkah panjang dari para pejuang bangsa ini yang harus mereka tempuh. Hal itu tidak serta merta dilalui dengan mudah, tentu ada berbagai kesulitan yang mereka perjuangkan demi bangsa ini serta dipertunjukkan di masa sekarang.

Penyekapan dan pembungkaman tidak akan membawa keadilan, melainkan justru bisa menjadi awal dari kematian. Novel ini menjadi bahan teguran untuk negeri ini bahwa masih ada hal yang belum terselesaikan.

 

Nilai Moral

Novel ini mengandung nilai moral untuk bersikap rendah hati dan memperbaiki diri untuk menjalani kehidupan dengan kualitas diri yang lebih baik.


Resentator

Aulia Lintang
XII IPA 4


No comments:

Post a Comment